Pernah Disia-siakan Di MU, Valdes Tetap Anggap Van Gaal seperti Sosok Ayah

Victor Valdes

Bola InggrisVictor Valdes tak merasa sakit hati atau punya dendam kepada Manchester United dan Louis van Gaal. Kiper asal Spanyol itu bahkan menganggap Van Gaal, yang pernah menyia-nyiakannya, seperti sosok ayah.

Pada Oktober 2014, MU memberi kesempatan kepada Valdes untuk memulihkan diri dari cedera lutut dan mengembalikan kebugarannya. Mantan kiper Barcelona itu kemudian dikontrak oleh The Red Devils selama 18 bulan untuk menjadi pelapis David de Gea.

Pada Mei 2015, Valdes mendapatkan kesempatan tampil pada dua laga terakhir MU di Premier League. Dua penampilannya tersebut ternyata menjadi akhir dari cerita indahnya bersama Manchester.

Setelahnya, Valdes dibekukan oleh Van Gaal, manajer MU saat itu. Van Gaal melakukan hal tersebut setelah Valdes menolak dimainkan di tim U-21.

Valdes kemudian harus menghadapi hal-hal tak menyenangkan lainnya di MU, seperti tak diberi nomor punggung, harus berlatih terpisah dari tim utama, bahkan tak disertakan dalam sesi pemotretan skuat. Pada Januari 2016, Valdes dipinjamkan ke klub Belgia, Standard Liege, hingga kontraknya dengan MU habis.

Valdes bergabung dengan Middlesbrough pada musim panas ini. Di klub promosi tersebut, dia mendapatkan kesempatan untuk menghidupkan lagi kariernya. Kiper berusia 34 tahun itu menjaga gawang The Boro pada laga melawan Stoke City, akhir pekan lalu.

“Saya merasa seperti seorang pesepakbola profesional lagi setelah semua hari-hari berat di Manchester. Itu sulit untuk dijelaskan, tapi rasanya berat harus sendirian. Kadang-kadang di United saya berpikir ‘saya tidak butuh ini’, tapi saya adalah seorang pejuang dan seorang pemain profesional,” ujar Valdes kepada Sky Sports News HQ.

“Ini adalah pertarungan terbesar dalam karier saya dan saya memenanginya. Jalan keluar yang gampang adalah mengakhiri karier saya, tapi sekarang saya merasa seperti seorang kiper profesional lagi,” imbuhnya.

Valdes tak marah meski mendapat perlakuan tak mengenakkan dari Van Gaal. Dia tetap menganggap pria asal Belanda itu sebagai sosok yang berjasa dalam kariernya.

“Saya tidak punya kata-kata yang buruk untuk Van Gaal atau Manchester United. Mereka membantu saya melalui cedera saya dan manajer memberi saya kesempatan sebagai pesepakbola di Barcelona dan kemudian di United,” ujarnya.

“Dia seperti seorang ayah bagi saya. Saya tidak ingin mengingat enam bulan terakhir dengan cara yang buruk. Kami masih berteman dan tidak ada masalah di antara kami,” kata Valdes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *